Amsakar Sebut Penertiban PKL Untuk Memperbaiki Tata Ruang Batam

by -
Amsakar Sebut Penertiban PKL Untuk Memperbaiki Tata Ruang Batam
Amsakar saat di lokasi penertiban pasar Induk Jodoh, Rabu (30/10/2019) kemarin. (Foto: Ilham/berita7)

berita7.co.id, BATAM – Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad sebut penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di depan pasar Induk Jodoh kemarin guna memperbaiki tata ruang Kota Batam yang lebih baik lagi.

“Setelah direvitalisasi bisa memajukan perekonomian Batam, selain memperbaiki tata ruang Kota Batam,” kata Amsakar kemarin.

Ia mengatakan, penertiban ini juga untuk menghilangkan kesan kumuh di lokasi pasar induk jodoh yang nantinya akan di revitalisasi.

Baca juga : PKL Pasar Induk Pasrah Tidak Dapat Melawan

Lanjut Amsakar, juga berharap kepada petugas yang melakukan penggusuran itu agar memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengemaskan barang-barangnya sebelum ditertibkan.

Dalam penertiban kemarin, pihaknya yang tergabung dalam Tim Gabungan menurunkan 950 Tim Gabungan yang terdiri dari TNI, Polisi, Satpol Pp, Ditpam dan Pemadam Kebakaran.

“Sebanyak 126 pedagang sudah kami relokasi ke lokasi pasar yang baru. Di lokasi tersebut pun, sebanyak 200 kios serta tempat ibadah telah disediakan Pemko Batam untuk kenyamanan para pedagang,” ujarnya.

Diharapkannya, dengan adanya penertiban ini, kedepannya pasar induk jodoh setelah dilakukan revitalisasi dapat berkembang lebih baik dan memajukan perekonomian di Kota Batam.

Sebelumnya, Penolakan relokasi oleh ratusan pedagang ini tidak dapat dielakkan, gesekan antara pedagang dan tim gabungan pun tidak terhindarkan.

Penolakan ini dikarenakan lokasi pasar yang baru merupakan milik pihak swasta dan setiap pedagangnya dibebankan biaya sewa sebesar Rp 1 juta per bulannya.

Penertiban pasar berkonsep kolonial yang dibangun sejak tahun 2004 ini, karena saat ini kondisi Pasar Induk Jodoh, semakin memprihatinkan. Mengingat, selama ini tidak terawat dan termanfaatkan.

Bahkan kerusakan di beberapa bagian terlihat jelas, seperti atap-atap gedungnya yang sudah ambruk, dinding dan lantai yang sudah rusak parah. (ilham)